Tampilkan postingan dengan label nokia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nokia. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Oktober 2009

Menghubungkan Nokia N95 dengan Hidden WLAN

Mungkin memang disengaja oleh pengelola hotspot bahwa WLAN Routernya tidak mem-broadcast Wireless Network Name (atau yang sering disebut juga SSID). Mungkin karena biar gak semua orang latah connect ke hotspot tersebut atau memang pengelolanya ingin menerapkan "Secure by Obsecurity". Tulisan ini menunjukkan bagaimana cara menghubungkan Nokia N95 (bukan yg edisi Internal Memory 8GB) ke Hidden WLAN, tentunya dengan asumsi bahwa semua setting di Hidden WLAN tersebut telah diketahui.

Anggaplah, Hidden WLAN tersebut berada di sebuah rumah seorang teman. Sebelum berusaha menghubungkan perangkat Nokia N95 Anda, terlebih dahulu Anda harus tahu semua setting yang dibutuhkan, yaitu:
1. Wireless Network Name / SSID
2. WLAN network mode: Lewat router khusus buat WLAN atau hanya sharing Access Point misalnya MacBook yang connect ke internet lewat Modem 3,5G lalu koneksinya di-shared melalui AirPort. Jenis WLAN ini disebut Ad-Hoc, atau yg sering disebut Peer-to-Peer Sharing.
3. Wireless Security, misalnya WEP/WPA/WPA2..

Jika Anda tidak memiliki informasi tersebut, jangan harap Anda bisa terhubung ke WLAN yang dimaksud. Oke. Sekarang saya mengasumsikan Anda sudah memiliki semua informasinya.

Di Nokia N95 Anda, masuk ke menu Tools > Setting > Connection > Access points.
Klik Options > New access point. Isi field-field tersebut.
a. Connection Name:
Terserah Anda. Saya menyarankan ini bernama yang unik dan mengandung SSID.

b. Data Bearer:
Tentunya pilih "Wireless LAN", bukan "Packet data"

c. WLAN network name:
Isi dengan SSID.

d. Network Status:
"Hidden", bukan "Public". Kenapa? karena tulisan kali ini tentang bagaimana cara menghubungkan N95 ke Hidden WLAN kan?

e. WLAN network mode:
Pilih "Infrastructure" bila WLAN tersebut menggunakan Router.
Pilih "Ad-Hoc" bila WLAN berasal dari sebuah device.

f. WLAN security mode:
Bila menurut pemilik Hotspot tersebut, tidak ada security, maka Anda selesai sampai sini. Pilih "Open network"
Bila security mode-nya adalah WEP, maka Pilih "WEP"
Security WPA dan WEP sebenarnya sudah 'usang' dan mudah sekali disusupi. Saya menyarankan untuk tidak melakukan kegiatan yang membutuhkan privasi tinggi bila Anda terhubung ke WPA. Saya menyarankan untuk memilih security mode WPA2.

g. WLAN security settings
Sebenarnya ada banyak security setting dari jenis security mode ini. Dalam tulisan ini, saya terhubung ke WLAN dengan WPA2 pre-shared key dengan WPA Algorithm AES.
Pilih "Pre-shared key" lalu masukkan key tersebut ke field selanjutnya.
Karena ini adalah WLAN dengan WPA2 only, pilih field WPA2 only mode "On". Dengan WPA2 only yang disetting di router, device lama yang hanya mendukung WPA tidak akan dapat terhubung ke WLAN ini. Dengan mengizinkan device lama terhubung ke WPA2, hanya akan membuat WLAN tersebut menjadi tidak aman seluruhnya.

h. Homepage.
Silakan isi dengan URL apapun. Kosongkan isian ini jika tidak ingin ada default URL.

Selesai.

Sebuah access point telah tercipta. Uji kebenaran setting ini dengan membuka browser yang terinstall di N95 Anda. Jika semua setting telah benar Anda isikan ke dalam Access Point yang baru saja Anda buat, ada kemungkinan pemilik WLAN tersebut menerapkan pengaman lain yaitu: "White List MAC Address Filtering". Bila benar demikian, maka Anda harus mendaftarkan MAC Address N95 Anda ke router yang dimaksud.

Gunakan kode *#MAC0WLAN# (*#62209526#) untuk mengetahui WLAN MAC Address N95 Anda. Kode dapat dilihat di sini.

Selamat online di hidden WLAN!

Note:
N95 yang digunakan adalah N95 RM-159 dengan Firmware v31.0.017 (16 Dec 2008)
WLAN Router yang digunakan adalah Linksys WRT54G v5 dengan Firmware v1.02.0.
Saya juga tidak serta merta langsung bisa terhubung. Sumber yang saya acu ada di sini.
Semua kata-kata yang berkaitan dengan keamanan bukanlah claim, tapi saya pernah melakukan kegiatan infiltrasi ke WLAN tersebut dan memang tidak aman. Mungkin akan saya tulis tentang keamanan WLAN, mungkin juga tidak.

Senin, 01 Desember 2008

Lagi-lagi N73 yang bermasalah

Huff...

Setelah pertengahan September 2008 kemarin N73 punya istri tercinta gagal di-update firmwarenya menggunakan NSU, sekarang N73 Merah Putih ini ngambeg karena otaknya kurang banyak. Errornya selalu: "Memory Low. Delete some data". Padahal oleh sang istri tercinta, file-file foto dan video anak kami udah secara otomatis di simpan di miniSD.

Heran, padahal memory udah dibeliin yang 2GB. Sekarang, masih aja error itu muncul. Solusi untuk membawa ke Nokia Care Center atau ke servis, kayaknya ujung-ujungnya cuma format ulang aja. Bah! Udah kayak mikocok aja yang kalo ada masalah di format. Itu sih bukan menyelesaikan masalah namanya. Lagian contact, bookmarks, calendar kalo gak di backup melalui PC-Suite, pasti lenyap. Belum lagi kalo PC-Suite nya gak bisa ngerestore hasil backup-an dia sendiri. Ckckckckck....

Untungnya udah menginstall X-plore dari LonelyCatGames. Liat sana-liat sini. Ternyata penyebabnya adalah file C:\Data\lifeblog\Database\Lifeblog.db yang membengkak gila-gilaan. Aplikasi ini secara "sok tau" membuat dirinya sebagai default blogging application yang langsung secara aktif menjadikan semua media di N73 sebagai potential blog entries.

Jika nekat langsung menghapus file tersebut, errornya adalah mutual exclusive karena file tersebut langsung dipegang oleh aplikasi LifeBlog. Kalo dilihat-lihat sih, aplikasi ini mungkin berjalan secara background dan aktif mengumpulkan item yang diperkirakan oleh dia menjadi potensi blog entry. Jadi satu-satunya cara adalah menghapus file tersebut melalui aplikasinya.

Nah, masalah kedua adalah error menjalankan aplikasinya sendiri. Bila memory udah terlalu low, katakanlah free space di C:\ udah dalam satuan kurang dari 20kb, lakukan penghapusan file-file yang gak penting. Misalnya di folder C:\cache. Folder ini saya bilang aman karena isinya adalah file gambar sewaktu browsing melalui HP. Ingat: Saya tidak bertanggung jawab bila Anda secara sengaja ataupun tidak menghapus file-file penting di N73.

Setelah free lebih dari 200kB, cukup untuk menjalankan aplikasi LifeBlog. Lanjutkan dengan masuk ke menu Option > Settings > Item Types. Ternyata, aplikasi ini cukup gila dan sok tau dengan menganggap file-file Images, MMS, SMS, Video, Notes, dan Sounds sebagai potensi blog entry. Dengan senang hati, saya langsung menghapus semua tanda pada item tersebut, dan hasilnya adalah: C:\Data\lifeblog\Database\Lifeblog.db berukuran tinggal 15kB saja, dari 23.4MB.

Yasud! Otak si N73 pun bertambah lapang :) Istri pun senang...


Rabu, 01 Oktober 2008

Firmware N95 v30.0.15 sudah bisa didownload

Lagi iseng connecting USB cable DKE-2 ke N95, trus klik Nokia Software Update... Hmmm... kok sudah ada lagi ya update firmware buat N95. Perasaan, minggu ketiga bulan September belum ada nih update...

Siap mengupdate firmware ini? Koneksi internet yang mendukung HTTPS serta siapkan quota 117MB..

Hmm.. nantilah, kalau sudah ada waktu dan quota untuk mendownload ini. Updates tentang firmware baru ini akan diposting setelah selesai mendownload..

Minggu, 14 September 2008

N73 telah kembali dan Restore dari PC Suite Backup

Wah, cepat sekali!

Itu komentar saya ketika ditelpon oleh NCC bahwa N73 yang tanggal 11 yang lalu saya titipkan di sana untuk di reflash. Tapi ternyata ada biaya yang harus saya bayar sebesar 75ribu rupiah karena biaya reflash tersebut untuk N73 Indonesia yang sudah tidak berlaku lagi masa garansinya.

Okelah. Uang sejumlah Rp75.000 untuk biaya menghidupkan kembali N73 yang gagal update.

Setibanya di sana, cek sana-cek sini. Saya menerima hasil reflash tersebut dengan hasil firmware 4.0812.4.0.1, sesuai seperti usaha saya mengupdate melalui NSU. Padahal, ketika saya menginapkan N73 ini, firmware yang ada di sana cuma versi 3.xxxx.x.x.x. Apa memang baru diizinkan ya versi ini digunakan oleh NCC? Gak tau lah..

Ketika pembayaran dilakukan, ternyata... biayanya menjadi 120ribu rupiah. Lah! Bukannya tadi melalui telepon biayanya 75ribu? Protes pun dilancarkan dengan keras (* hehehe... exagerating ye? *) Ternyata, (lagi-lagi) frontliner salah menginformasikan ada biaya komponen yang harus dibayar.

Ha? komponen apa lagi yang harus diganti? bukankah untuk re-flashing tidak perlu mengganti komponen apapun? Pihak teknisi langsung mengeluarkan bungkus plastik kecil berisi komponen yang telah diganti. Disebutkan bahwa itu adalah komponen konektor audio yang tidak berfungsi. Mungkin itu penyebab gagalnya update?

Makin aneh aja nih Nokia Indonesia. Kalau saja saya seperti pengguna lainnya, saya mungkin menerima keputusan itu. Tapi, maaf. Saya bukan pengguna biasa. Setelah NSU di salahkan sebagai penyebab kegagalan update firmware, sekarang konektor kecil yang saya sendiri tidak tau apa hubungannya konektor itu dengan reflashing. Apa mungkin konektor itu rusak ketika para teknisi yang menyambungkan kabel dari Griffin Box ke N73 ini? Gak tau lah...

Yasud. Dibayarlah Rp120.000 untuk menebus sesuatu yang aneh...

Sekarang, mari merestore data yang pernah di backup. Merupakan kebiasaan saya sebelum mengupdate firmware untuk melakukan backup data melalui PC Suite. Entah kenapa, sewaktu saya melakukan backup N73 ini, saya mempunyai ide yang agak aneh. Biasanya saya melakukan backup semua item di N95 saya di dalam satu file backup. Tapi tidak kali ini dengan N73. Saya melakukan full backup, dan melakukan backup per item, yaitu backup phonebook, backup setting, backup notes, backup calendar, backup bookmark. Sedangkan Video, Image, dan SMS saya biarkan di miniSD.

Ternyata, unusual backup behaviour yang saya lakukan membawa keberuntungan :) Hasil full backup dari Nokia PC Suites tidak bisa di Restore lagi di firmware yang baru ini. Hasil errornya menunjukkan tidak ada satupun data yang berhasil di tulis lagi di N73. Kemudian, saya lakukan restore dari file untuk masing-masing item. Hasilnya memuaskan! Phonebook, Calendar, Bookmark, Notes, dan Setting kembali seperti sediakala :) SMS, Video, dan Image pun langsung terdetect di N73 yang baru inih..

Jadi, moral of storynya adalah:
1. Lakukan Backup sebelum upgrade firmware. Jangan lakukan full backup, tapi one backup per one item.
2. Berdoa agar proses update firmware berhasil, bila tidak di reflash di NCC

Sang Istri tercinta pun cuma sambil senyum dan bilang: "Makanya, kalo gak rusak jangan diupgrade dong hp ku..." Hehehe... dia gak tau aja story behind upgrade ini..

Jumat, 12 September 2008

Bencana Upgrade firmware N73

Okeh.

Mumpung lagi gak ada kerjaan (*yang berarti dan berat *), lagi iseng untuk mengupgrade semua firmware gadget. N95 classic sudah berhasil di upgrade. Hasilnya: bisa membuat Video menjadi Ringtone. Kerren! :) hehehe...

Berharap N73 punya Istri juga bisa menjalankan Video sebagai ringtone, maka ritual update pun di jalankan. Seperti biasa, menggunakan Nokia Software Updater versi yang baru saja di download untuk mengupdate N95.

Setelah mendownload 117MB firmware N73 v4.0812.4.0.1, langkah selanjutnya adalah membiarkan NSU melakukan update. Ditunggu. Ditunggu. Menanti.

Lho, kok sudah satu jam lebih proses upgradenya tidak kunjung selesai? Layar N73 tetap hitam, dan status di NSU tetap tertera: "Updating firmware".

Hmm...

Ada yang salah kah?

Browse sana-sini, banyak yang menganjurkan untuk mencabut kabel USB dari N73, kemudian lakukan proses updating ulang. Memang, NSU langsung mendeteksi bahwa ada update N73 firmware yang belum selesai, sehingga bisa langsung dilanjutkan tanpa melakukan proses download lagi. Tapi, meskipun dilakukan berkali-kali, N73 tetap saja hitam kelam, tidak memberikan response apapun.

Forum yang lain juga mengusulkan untuk melakukan startup dalam recovery mode dengan menggunakan "3 Finger Deep Reset" yaitu menggunakan tombol [*], [3], [GREEN/YES/CALL BUTTON] dan tombol [Power]. Mau dilakukan berkali-kali juga hasilnya tetap sama, tetap hitam kelam :(

Langkah terakhir: Mengunjungi NCC di Grand Indonesia.
Solusi yang ditawarkan: Re-Flash ulang firmwarenya dengan yang ada dengan konsekuensi hilang semua data di internal memory. Sialnya, mereka masih menggunakan firmware 3.xxxx.x.x.x. Padahal tujuannya saya melakukan upgrade agar pindah ke firmware versi 4 atau yang lebih baru. Yasudah, ketimbang tidak bisa hidup sama sekali.

Untungnya, semua jenis data di internal memory sudah dibackup. Jadi tidak masalah mau di flash atau tidak oleh NCC.

Yang membuat heran, orang-orang di NCC Grand Indonesia malah menyalahkan saya karena melakukan proses update menggunakan NSU. Lah, Nokia Indonesia sendiri menyediakan CD installer PC Suites yang termasuk di dalamnya NSU untuk melakukan update. Kenapa NCC di sini malah menyalahkan orang yang menggunakan NSUnya? Kalaupun NSU tidak di approved oleh NCC, kenapa Nokia Indonesia menyertakan NSU di dalam CD installernya? Heran!

NCC menjanjikan 2 minggu maksimal waktu yang dipergunakan untuk melakukan flashing ulang. Mari ditunggu hasilnya...

Sabtu, 05 Januari 2008

Nokia N95 + iPod 5th Gen > iPhone

Judul blog kali ini sengaja saya menggunakan notasi matematika untuk mengungkapkan bahwa dengan Nokia N95 dan iPod generasi kelima memiliki tingkat kesenangan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan hanya memiliki dan mengoperasikan iPhone 8GB (f/w 1.1.2 dan Baseband 04.02.13_G).

Setelah mengunjungi Apple Store 5th Avenue di akhir tahun yang lalu, saya tergoda untuk membawa pulang iPod Touch dan iPhone. Meskipun saya sebelumnya sudah memiliki iPod generasi kelima yang mendukung video playback. Yang ada di pikiran saat itu adalah mengganti iPod dengan iPhone, dan iPod Touch untuk istri tercinta.

Jangan tanya saya bagaimana membuat iPhone yang langsung Anda beli dari NY untuk bisa langsung dipakai di luar Amerika. Mungkin Anda harus mengkonsultasikannya dengan teman saya di blog miliknya di sini. Setelah konsultasi dan baca-baca hasil googling, saya memutuskan untuk tidak menggunakan iPhone dengan firmware 1.1.2 dan baseband 04.02.13_G tersebut. Alasannya simple, dan teman saya pun sepakat, bahwa iPhone akan lebih seru ketika melakukan unlockingnya saja bukan memakainya.

Tidak ada excitement khusus menggunakan iPhone bagi saya. iPhone seperti iPod Touch dengan fungsi Telepon. Fungsi telepon yang masih sedikit terbatas dibandingkan telepon genggam Nokia N95 yang saya miliki sekarang. Karenanya, saya menjualnya dalam kondisi unlock dengan harga sesuai pasaran di sini ;) FYI, di beberapa toko di Jakarta Selatan, iPhone dengan firmware 1.0.2 saja di jual dengan harga Rp7.100.000,- :) Mengambil margin yang sadis :P heheheheh...

Mungkin niatan saya menjadi first adopter harus saya urungkan karena memang kebiasaan saya yang harus meneliti lebih detail semua gadget yang akan saya beli. Trendsetter tidak akan membutakan saya :)

Dengan Nokia N95, saya masih bisa menggunakan teknologi 3G Video Call, menggunakan GPS untuk mengetahui posisi sebuah tempat dan melihatnya kembali di Google Earth, dan fungsionalitas telepon genggam yang lebih lengkap (SMS, Telepon, dll), kamera digital 5MP 300dpi 24bit color depth dengan flash led, radio FM dengan data radiostation dapat di download, WiFi B/G, video playback, hingga dukungan MicroSD hingga 4GB.

Sedangkan untuk iPod generasi kelima, saya bisa menyimpan data apapun hingga kapasitas 27,8GB. Mulai dari lagu dengan berbagai format (MP3 adalah format favorit saya), AudioBooks Apple format (yang saya isikan AlQur'an MP3 kemudian diconvert menjadi AAC Protected AudioBooks Format menggunakan iTunes), hingga Games yang dibeli dari iTunes Store (di iPod saya, ada games yang didukung oleh MTV Games - Harmonix's Phase seperti games Guitar Hero II di PS2, Gameloft's Brain Challange yang katanya untuk mengasah otak, Electronic Arts' Sudoku, dan Pop Cap's Zuma. Semuanya bisa membantu menghabiskan waktu sambil menunggu perjalanan ke kantor di Bus Transjakarta, atau menunggu dipanggil dokter spesialis ObGin di RS Bunda.

Saya akui, iPhone memiliki fitur interaksi dengan pemakainya sangat intuitif. Tidak ada satu pun gadget yang bisa meniru semua UI iPhone seperti pinch to zoom, scroll, rotate, dll. Tapi dengan fungsi telepon yang bahkan belum mendukung 3G apalagi Video Call, sedikit bermasalah dengan SMS forwarding, Phone number recognization, space terbatas hanya 8GB, Aplikasi yang hanya bisa dibeli oleh penguna iPhone secara legal (yang berarti hanya bisa dibeli oleh pengguna iPhone terdaftar di U.S).

Mungkin menikmati fitur yang intuitif itu cukup saya nikmati di iPod Touch istri saya saja. Tidak di jailbreak, sehingga tidak ada aplikasi atau game yang bisa ditambahkan di sana. Tidak masalah, toh istri pun hanya butuh mendengarkan lantunan Al-Qur'an dan music untuk sang janin..










Nokia N95
+
iPod 5th Gen
>
iPhone